Wapenja.com/Bandung — Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah VII Provinsi Jawa Barat, Asep Yudi Mulyadi, S.STP., M.A.P., melaksanakan kunjungan pembinaan ke SMA PGII 2 Bandung sebagai bagian dari upaya penguatan mutu pendidikan serta peningkatan sinergi antara satuan pendidikan dengan Cabang Dinas Pendidikan.
Kegiatan tersebut disambut langsung oleh Kepala SMA PGII 2 Bandung, Drs. Salehuddin Hs., M.Pd.I., bersama jajaran wakil kepala sekolah, guru, serta pengawas pembina sekolah pada hari Rabu tanggal 04 Februari 2026, di aula SMA. Dalam kunjungan tersebut, KCD memberikan pembinaan terkait penguatan kurikulum, pengembangan sekolah, serta pembentukan karakter peserta didik.

Dalam arahannya, Asep Yudi Mulyadi menegaskan bahwa sekolah tidak boleh berjalan stagnan, melainkan harus terus berkembang mengikuti tantangan dan dinamika dunia pendidikan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada SMA PGII 2 Bandung yang telah berkontribusi memberikan pelayanan pendidikan terbaik sehingga menjadi salah satu sekolah unggulan di Kota Bandung,” ujarnya.
Ia juga berharap sekolah-sekolah di wilayah VII mampu menjadi rujukan bagi daerah lain.
“Kami ingin sekolah-sekolah di wilayah VII menjadi role model dan rujukan bagi kota maupun kabupaten lain. Kota Bandung sebagai ibu kota Provinsi Jawa Barat harus mampu menunjukkan kualitas pendidikan yang unggul dan berdaya saing,” tambahnya.
Lebih lanjut, KCD Wilayah VII menekankan pentingnya penerapan pola pikir bertumbuh (growth mindset) di lingkungan sekolah.

Menurutnya, pola pikir tersebut dapat dibangun melalui menumbuhkan kesadaran diri melalui refleksi, menerapkan strategi pembelajaran yang adaptif, serta menjaga konsistensi dalam pelaksanaan program pendidikan.
Ia juga menegaskan bahwa satuan pendidikan harus berperan sebagai pusat pembelajaran sekaligus pusat peradaban.
Dalam hal ini, nilai Panca Waluya yang meliputi cageur, bageur, bener, pinter, dan singer diharapkan dapat menjadi budaya yang hadir di lingkungan sekolah sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.
Selain itu, KCD menyoroti peran strategis guru dalam memberikan pembelajaran yang berdampak jangka panjang bagi masa depan peserta didik.
“Guru itu memberikan pesan untuk jangka panjang, untuk masa yang akan datang,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala SMA PGII 2 Bandung, Drs. Salehuddin Hs., M.Pd.I., menyampaikan bahwa kunjungan pembinaan tersebut menjadi motivasi sekaligus evaluasi bagi sekolah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Sekolah yang beralamat di Jl. Pahlawan Blk. No. 17, Kota Bandung ini terus berkomitmen menjalankan program pendidikan yang berorientasi pada peningkatan mutu akademik, pembentukan karakter, serta budaya belajar yang positif.


“Banyak masukan yang kami terima dalam kunjungan ini dan semuanya sangat bermanfaat demi perbaikan serta kemajuan sekolah. Ke depan, kami bahkan berencana menyiapkan program khusus yang akan kembali menghadirkan Bapak Kepala Cabang Dinas ke sekolah kami,” ungkapnya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Dra. R. Wulan Purnamasari Suciati, M.Pd., yang juga merupakan guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), menyampaikan bahwa arahan dari KCD menjadi pedoman dalam penguatan implementasi kurikulum serta peningkatan kualitas proses pembelajaran di sekolah.
Menurutnya, berbagai masukan yang diberikan dalam pembinaan tersebut menjadi motivasi bagi guru untuk terus berinovasi dalam metode pembelajaran dan meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik.

Pengawas pembina sekolah, Dra. Eka Kurniatijatnika, M.M., menilai SMA PGII 2 Bandung menunjukkan perkembangan yang positif dalam pengelolaan pendidikan. Namun demikian, konsistensi serta kolaborasi seluruh warga sekolah dinilai perlu terus diperkuat agar peningkatan mutu pendidikan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Kunjungan silaturahmi pembinaan ini, diharapkan SMA PGII 2 Bandung semakin memperkuat perannya sebagai satuan pendidikan yang unggul serta mampu berkontribusi dalam kemajuan pendidikan di Kota Bandung dan Provinsi Jawa Barat.












