Wapenja.com/Bandung – Dalam rangka mendukung program penghematan energi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengeluarkan kebijakan baru. Pelajar SMA dan SMK diminta untuk tidak membawa kendaraan pribadi saat berangkat sekolah.
Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran yang ditandatangani langsung oleh Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Purwanto, meminta agar aturan ini dipatuhi dan dijalankan dengan baik.
“Kami mengarahkan anak-anak tidak menggunakan kendaraan pribadi. Kami dorong mereka memanfaatkan transportasi umum,” jelas Purwanto.
Tak hanya soal transportasi, sekolah-sekolah juga diinstruksikan untuk lebih bijak menggunakan listrik. Penggunaan lampu dan AC harus diatur agar tidak boros energi.
Purwanto menegaskan, upaya penghematan ini tidak akan berhasil jika hanya dilakukan oleh ASN. Seluruh lapisan masyarakat, termasuk dunia pendidikan, harus memiliki komitmen yang sama.“
Harus menjadi komitmen bersama. Masyarakat, ASN, dan semua pihak harus terlibat,” tegasnya.
Ia pun mengajak guru, siswa, dan orang tua untuk bahu-membahu menciptakan budaya efisiensi energi di lingkungan sekolah.












