Wapenja.com/Jakarta – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, kembali melepas program mudik gratis yang digelar partainya dari Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Minggu (15/3).
Dalam sambutannya, Cak Imin menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar layanan transportasi, melainkan wujud kebersamaan dan gotong royong. Ia menyebut mudik sebagai bagian dari budaya bangsa yang menghubungkan masyarakat dengan keluarga dan kampung halaman, sebuah tradisi yang tak hanya bernilai emosional tetapi juga memperkuat ikatan sosial.
Tahun ini, PKB memberangkatkan 1.200 pemudik menggunakan 25 bus menuju berbagai kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dengan gaya khasnya yang lugas dan penuh humor, Cak Imin berseloroh bahwa program mudik gratis PKB akan terus dilaksanakan, bahkan “sampai kiamat.” Ungkapan ini sontak mengundang tawa sekaligus tepuk tangan dari para peserta, menegaskan komitmen PKB untuk menjadikan mudik gratis sebagai agenda tahunan yang berkelanjutan.
Selain aspek sosial, Cak Imin menekankan dampak ekonomi dari tradisi mudik. Ia mendorong para pemudik untuk membelanjakan hasil kerja mereka di kampung halaman. “Belanjakan uang yang kalian peroleh selama di Jakarta sebanyak-banyaknya di kampung agar putaran uang di kampung kalian menguntungkan,” ujarnya. Pernyataan ini menyoroti bagaimana arus mudik bukan hanya soal mobilitas, tetapi juga menghidupkan ekonomi daerah melalui konsumsi lokal dan perputaran uang di desa.
Program mudik gratis PKB sendiri telah berjalan beberapa tahun terakhir dan menjadi salah satu bentuk nyata partai dalam mendekatkan diri dengan masyarakat. Tradisi ini juga memperlihatkan bagaimana politik bisa hadir dalam bentuk pelayanan sosial, bukan sekadar retorika.












