Wapenja.com/Jakarta – Pemerintah akan melaksanakan konferensi pers secara daring pada hari ini, Selasa (31/03) pukul 21.00 waktu Seoul, Korea Selatan atau setara pukul 19.00 Waktu Indonesia Barat (WIB). Dalam acara tersebut, pemerintah akan mengumumkan sejumlah kebijakan baru terkait mitigasi risiko akibat dinamika global.
Beberapa kebijakan yang akan diperkenalkan antara lain penerapan kerja dari rumah (WFH), penyesuaian anggaran, hingga implementasi mandatori biodiesel B50. Langkah ini diambil di tengah eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang terus meningkat, yang berdampak pada kenaikan harga minyak dunia dan berpengaruh pada kondisi anggaran negara.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah memberikan komentar terkait kebijakan WFH satu hari dalam seminggu yang bertujuan untuk menghemat Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional di tengah ketegangan di Timur Tengah. Menurutnya, kebijakan tersebut dapat berjalan efisien jika hari pelaksanaannya dipilih secara cermat, misalnya pada hari Jumat yang merupakan hari terjepit.
“Jadi pasti ada penghematan BBM. Berapa persen saya nggak tahu detailnya karena bisa berubah-ubah tergantung harga minyak,” ujar Purbaya.
Di sisi lain, Menteri Keuangan juga menjelaskan bahwa dari segi produktivitas, kebijakan WFH tidak perlu diterapkan pada sektor tertentu seperti pabrik yang membutuhkan operasional berkelanjutan. Selain itu, kantor pelayanan publik juga tetap harus berjalan dan tidak menggunakan sistem WFH.
“Jadi harusnya enggak masalah kalau cuma satu hari saja. Tidak [mengganggu] produktivitas kita total enggak akan terlalu terganggu,” tambahnya.
Pemerintah Gelar Konferensi Pers Daring Hari Ini, Umumkan Kebijakan Mitigasi Risiko Global












