KCD Wilayah VII Dorong Penguatan Kurikulum dan Karakter di SMK Pariwisata Telkom Bandung

Wapenja.com/Bandung — Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah VII Provinsi Jawa Barat melaksanakan kunjungan pembinaan ke SMK Pariwisata Telkom Bandung pada Kamis, 10 Desember 2025. Kegiatan yang berlangsung di aula SMK Pariwisata Telkom Bandung, beralamat di Jalan Palasari No. 1, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat, ini diikuti oleh jajaran pimpinan sekolah dan para guru.

Kepala KCD Pendidikan Wilayah VII Jawa Barat, Asep Yudi Mulyadi, S.STP., M.A.P., menegaskan bahwa pembinaan tersebut bertujuan untuk memastikan penyelenggaraan pendidikan berjalan sesuai standar serta mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.

“Pembinaan ini kami lakukan untuk memperkuat implementasi kurikulum, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memastikan tata kelola sekolah selaras dengan kebijakan tanpa mengabaikan penguatan karakter peserta didik,” ujarnya.

Kepala SMK Pariwisata Telkom Bandung, Wawan, S.Kom., M.T., menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan arahan yang diberikan oleh KCD Wilayah VII. Menurutnya, pembinaan ini menjadi momentum penting bagi sekolah untuk melakukan evaluasi dan peningkatan mutu secara berkelanjutan.

“Arahan yang diberikan sangat konstruktif dan menjadi bahan evaluasi bagi kami dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, penguatan karakter siswa, serta penataan tata kelola sekolah agar semakin adaptif terhadap perkembangan zaman,” ungkapnya.

Dari aspek kurikulum, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Lida Nur Ratuningsih, M.Pd., Gr., menyampaikan bahwa KCD menekankan penguatan implementasi kurikulum, peningkatan kualitas perangkat ajar, serta monitoring proses pembelajaran. Kunjungan ini dinilai membantu sekolah melihat celah perbaikan dan memastikan pembelajaran berjalan sesuai standar. Tantangan yang dihadapi antara lain konsistensi guru dalam administrasi dan penerapan diferensiasi pembelajaran. Sebagai tindak lanjut, sekolah akan melaksanakan coaching guru, merevisi perangkat ajar, serta membiasakan supervisi kelas.

Pada bidang sarana dan prasarana, ia menambahkan bahwa kesiapan ruang belajar, kebersihan, dan kelayakan fasilitas juga menjadi perhatian. Keterbatasan anggaran dan pemeliharaan fasilitas menjadi tantangan yang akan ditangani melalui penjadwalan perbaikan, monitoring kebersihan rutin, serta pengusulan pengadaan sesuai skala prioritas.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Kusuma Nugraha, S.Pd., Gr., menekankan pentingnya penyusunan tata tertib kedisiplinan siswa yang jelas dan rinci sebagai dasar kesepakatan bersama dengan orang tua. Menurutnya, kejelasan aturan akan membantu orang tua memahami ranah pendidikan karakter di sekolah. Sekolah juga akan mengintensifkan pertemuan orang tua serta evaluasi karakter siswa secara berkala.

Di bidang Hubungan Industri dan Kemitraan (Hubin), sekolah didorong untuk memperluas kerja sama tidak hanya dengan dunia industri, tetapi juga dengan perangkat daerah setempat sebagai mitra terdekat dalam pengawalan karakter peserta didik di lingkungan sekitar sekolah. Koordinasi rutin akan dilakukan untuk meminimalisir aktivitas siswa di luar sekolah yang berpotensi berdampak negatif.

Salah satu guru SMK Pariwisata Telkom Bandung, Tania Purnama Dewi, menilai kunjungan KCD berlangsung sangat positif dan inspiratif.

“Tim KCD sangat memahami kondisi lapangan dan memberikan masukan yang realistis. Arahan agar ruang guru menjadi ruang interaksi yang nyaman bagi siswa memberikan sudut pandang baru dalam pembinaan karakter peserta didik,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa pembinaan ini memberikan insight, motivasi, dan semangat baru bagi para guru, serta mendorong tindak lanjut melalui perencanaan RPP berbasis diferensiasi, keaktifan dalam MGMP atau komunitas belajar, observasi kelas antar-guru, dan refleksi pembelajaran harian.

Melalui kunjungan pembinaan ini, SMK Pariwisata Telkom Bandung berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan demi terwujudnya layanan pendidikan yang berkualitas, relevan dengan kebutuhan industri, serta berorientasi pada penguatan karakter peserta didik.